LENTERAJATENG, SEMARANG – DPRD Semarang mendorong adanya pemerataan pembangunan di ibu kota Jawa Tengah. Pemerataan pembangunan di Kota Semarang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Penanganan rob dan banjir, penyediaan ruang hijau, hingga fasilitas olahraga disebut harus menjadi prioritas agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatakan, arah pembangunan saat ini mulai difokuskan pada persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.
“Fokus diarahkan pada penanganan rob, banjir, ruang hijau, dan sarana olahraga,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pembangunan yang merata juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan. Aspirasi warga dapat masuk melalui musrenbang, pokok pikiran DPRD, maupun usulan langsung masyarakat.
“Melalui musrenbang, pokir, dan usulan langsung, warga dapat menyampaikan suara dalam pembangunam daerah secara inspiratif,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan, Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Masyarakat (P3MKM) Bappeda Kota Semarang, Anum Gianingrih menyebut, alokasi pembangunan 2026–2027 diarahkan secara partisipatif dan tidak berbasis wilayah tertentu.
Menurutnya, pola tersebut dilakukan agar penyelesaian persoalan kota dapat terintegrasi dan tidak terpecah berdasarkan batas kelurahan maupun kecamatan.
“Alokasi 2026-2027 diarahkan secara partisipatif, tidak berbasis wilayah tertentu gaar kota tersingkronisasi dan tidak terpecah berdasarkan cakupan kelurahan/kecamatan,” katanya.