• JATENG TERKINI
  • NUSANTARA
  • DAERAH
    • HUKRIM
    • KOMUNITAS
    • WISATA
    • EKBIS
    • PENDIDIKAN
    • Banyumas Raya
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
  • TEKNOLOGI
  • Kesehatan
  • OLAH RAGA
    • BELADIRI
    • BOLA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
LENTERAJATENG
  • JATENG TERKINI
  • NUSANTARA
  • DAERAH
    • All
    • Banyumas Raya
    • Kesehatan
    • Komunitas
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
    • Sosok
    Bank Jateng meraih penghargaan, kategori Penggerak Ekonomi Daerah dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Bank Jateng dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

    Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah, Bank Jateng Raih Penghargaan

    Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah) mendukung pelestarian budaya sekaligus penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah, dengan turut serta dalam Dieng Culture Festival XVI 2026.

    Bank Jateng Dukung Pelestarian Budaya Sekaligus Penguatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Dieng Culture Festival

    Lebih dari seribu pelari, mengikuti Bank Jateng Friendship Run Boyolali 2026.

    Bank Jateng Friendship Run Boyolali Satukan Semangat Persahabatan dan Dorong UMKM Lokal

    Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Jateng Cabang Koordinator Pati menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 1,584 miliar  kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Senin (17/8/2026).

    Bank Jateng Serahkan Bantuan CSR untuk Entaskan Kemiskinan dan Kebencanaan Pati

    Pemkab Grobogan meluncurkan sistem E-Retribusi pengelolaan pasar, sebagai langkah mempercepat digitalisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan retribusi pasar.

    Bank Jateng Dukung Pemkab Grobogan Terapkan E-Retribusi di 7 Pasar

    enguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam program KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 44 Universitas Diponegoro (Undip), di Desa Sambilawang Trangkil, Pati.

    Tim KKN Undip Hadirkan Buku Panduan Usaha, Bekal UMKM Sambilawang

    Transformasi digital mulai menyentuh tata kelola Desa Sambilawang Trangkil, Pati. Melalui KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 44, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan website Desa Sambilawang.

    Digitalisasi Desa Sambilawang, KKN-T IDBU 44 Undip Hadirkan Website dan Kalender Desa

    Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong, generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan dalam merintis dunia usaha.

    Bank Jateng Cabang Purwokerto Bagikan Tips Literasi Keuangan ke Gen Z

    Layanan Bank Jateng kepada publik yang terintegrasi, aman dan mudah diakses masyarakat mendapat apresiasi dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026.

    Bank Jateng Raih Outstanding Regional Digital Governance Partner

    • HUKRIM
    • KOMUNITAS
    • WISATA
    • EKBIS
    • PENDIDIKAN
    • Banyumas Raya
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
  • TEKNOLOGI
  • Kesehatan
  • OLAH RAGA
    • BELADIRI
    • BOLA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
No Result
View All Result
  • JATENG TERKINI
  • NUSANTARA
  • DAERAH
    • All
    • Banyumas Raya
    • Kesehatan
    • Komunitas
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
    • Sosok
    Bank Jateng meraih penghargaan, kategori Penggerak Ekonomi Daerah dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Bank Jateng dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

    Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah, Bank Jateng Raih Penghargaan

    Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah) mendukung pelestarian budaya sekaligus penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah, dengan turut serta dalam Dieng Culture Festival XVI 2026.

    Bank Jateng Dukung Pelestarian Budaya Sekaligus Penguatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Dieng Culture Festival

    Lebih dari seribu pelari, mengikuti Bank Jateng Friendship Run Boyolali 2026.

    Bank Jateng Friendship Run Boyolali Satukan Semangat Persahabatan dan Dorong UMKM Lokal

    Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Jateng Cabang Koordinator Pati menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 1,584 miliar  kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Senin (17/8/2026).

    Bank Jateng Serahkan Bantuan CSR untuk Entaskan Kemiskinan dan Kebencanaan Pati

    Pemkab Grobogan meluncurkan sistem E-Retribusi pengelolaan pasar, sebagai langkah mempercepat digitalisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan retribusi pasar.

    Bank Jateng Dukung Pemkab Grobogan Terapkan E-Retribusi di 7 Pasar

    enguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam program KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 44 Universitas Diponegoro (Undip), di Desa Sambilawang Trangkil, Pati.

    Tim KKN Undip Hadirkan Buku Panduan Usaha, Bekal UMKM Sambilawang

    Transformasi digital mulai menyentuh tata kelola Desa Sambilawang Trangkil, Pati. Melalui KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 44, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan website Desa Sambilawang.

    Digitalisasi Desa Sambilawang, KKN-T IDBU 44 Undip Hadirkan Website dan Kalender Desa

    Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong, generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan dalam merintis dunia usaha.

    Bank Jateng Cabang Purwokerto Bagikan Tips Literasi Keuangan ke Gen Z

    Layanan Bank Jateng kepada publik yang terintegrasi, aman dan mudah diakses masyarakat mendapat apresiasi dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026.

    Bank Jateng Raih Outstanding Regional Digital Governance Partner

    • HUKRIM
    • KOMUNITAS
    • WISATA
    • EKBIS
    • PENDIDIKAN
    • Banyumas Raya
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
  • TEKNOLOGI
  • Kesehatan
  • OLAH RAGA
    • BELADIRI
    • BOLA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
No Result
View All Result
LENTERAJATENG
No Result
View All Result
Home Jateng Terkini

Trend Permainan Latto-Latto, Sosiolog UNS: Berfungsi sebagai Perekat Hubungan Sosial

by Setyo Puji Santoso
11/01/2023
in Jateng Terkini
0
Trend Permainan Latto-Latto, Sosiolog UNS: Berfungsi sebagai Perekat Hubungan Sosial

Pedagang saat menjual latto-latto (SinPo.id)

LENTERAJATENG, SOLO – Permainan latto-latto atau dikenal di wilayah Jawa Tengah sebagai “etek-etek” belakangan diketahui kembali trend.

Bahkan, permainan ini tidak hanya dimainkan oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa hingga tokoh publik.

Seperti diketahui, latto-latto ini merupakan permainan yang dimainkan dengan cara membenturkan dua bola dari plastik polimer yang diikat menggunakan tali. Apabila dua bola plastik tersebut saling berbenturan akan menimbulkan bunyi ‘etek-etek’.

Sosiolog UNS, Dr. Drajat Tri Kartono menuturkan bahwa munculnya kembali permainan ini memiliki fungsi perekat hubungan sosial.

“Sejak saya kecil sudah ada permainan ini, kalau dalam Sosiologi dinamakan reproduksi sosial. Sebelum masuknya dunia digital, hampir semua permainan seperti latto-latto, gobag sodor, petak umpet, dan semacamnya memerlukan beberapa orang karena tidak bisa bermain sendiri. Nah, hal ini yang memunculkan interaksi sosial sehingga dapat merekatkan kembali hubungan sosial dari seseorang dengan orang lain,” tuturnya dalam keterangan yang disampaikan, Rabu(11/1/2023).

Perekat Hubungan Sosial

Menariknya dari latto-latto saat ini adalah dimainkan oleh anak-anak yang lahir dan besar di zaman digital.

Meskipun anak-anak zaman sekarang sudah lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tetapi trend permainan latto-latto tetap digandrungi.

“Latto-latto ini memberikan kekuatan yang sama seperti zaman dulu saat belum ada permainan-permainan digital, yaitu sebagai perekat hubungan sosial. Selain itu juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas sosial dan daya hidup karena memerlukan interaksi satu sama lain. Hebatnya, latto-latto ini muncul dan hadir kembali secara viral tapi tidak dalam basis digital,” tuturnya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Jateng Soroti Rob di Tanjung Emas Semarang

Sosiolog UNS tersebut juga menambahkan bahwa permainan ini memunculkan memori masa lalu dari para orang tua yang masa kecilnya tidak asing dengan permainan-permainan zaman dulu.

Hal ini menyulut habitualisasi terhadap permainan latto-latto sehingga lebih mudah untuk menghidupkannya.

“Tidak hanya anak-anak, tapi orang tua juga ikut bermain karena ini ada kaitannya dengan memori permainan zaman dulu yang memiliki ciri-ciri kolektivitas dan solidaritas tinggi. Setiap bermain pasti harus berkumpul dengan yang lain dulu sehingga membangun ikatan solidaritas pertemuan dan moral atau kebersamaan. Ini beberapa satu nilai sosial yang bisa diambil dari munculnya kembali latto-latto ini,” imbuhnya.

Menjauhkan Anak dari Gadget

Permainan latto-latto akan lebih asyik jika dimainkan bersama-sama. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh para orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari gadget, terlebih anak-anak yang lahir dan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi secara tidak langsung akan mengenal teknologi (gadget) sejak kecil.

“Meskipun saat ini banyak permainan di gadget, tapi latto-latto bisa muncul kembali sebagai permainan yang dimainkan secara kolektif dan langsung. Tentu, latto-latto dapat berperan dalam mengurangi intensitas penggunaan gadget pada anak-anak,” tutur Dr. Drajat.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Jateng Desak Pemprov Naikkan Besaran Subsidi RTLH

Bandwagon Effect

Pesatnya media sosial juga turut berpengaruh terhadap viralnya latto-latto ini. Melalui media sosial, segala hal dapat tersebar luas dengan cepat tanpa mengenal waktu.

Hal tersebut menyulut masyarakat masuk dalam Bandwagon Effect, yaitu jika ada seseorang yang tidak mengikuti tren atau suatu kegiatan, orang tersebut besar kemungkinan akan mendapat sanksi sosial seperti dikucilkan atau dianggap aneh oleh orang sekitar.

“Banyak yang bermain latto-latto kemudian di-share ke media sosial, ini dapat menimbulkan bandwagon effect. Orang-orang dengan cepat akan ikut-ikutan sesuatu yang menjadi perhatian banyak orang, kalau tidak ikut maka seperti orang yang ketinggalan zaman. Oleh karena itu harus ikut agar saat diajak ngobrol dan semacamnya tentang hal tersebut bisa nyambung,” terangnya.

Viralnya permainan ini juga memunculkan kepentingan-kepentingan lain, seperti kepentingan politik. Tidak sedikit tokoh politik ataupun tokoh masyarakat yang ikut bermain karena dapat memancing media untuk meliput sehingga akan berdampak pada reputasi, efek politik, lebih dikenal banyak orang, dan sebagainya.

“Latto-latto juga bisa menjadi simbol bahwa pemimpin itu merakyat, tidak kaku dengan permainan zaman lama. Ini menarik untuk disajikan di media sosial,” ujar Dr. Drajat.

Meningkatkan Perekonomian

Adanya latto-latto tentu membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memproduksi latto-latto.

Sebelum sampai ke tangan masyarakat, tentu banyak proses yang dilalui, baik dari pemilik UMKM, pekerja, hingga penjual latto-latto yang sering dijumpai di jalanan. Secara tidak langsung, hal ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA:  BBPOM Awasi Peredaran Kinder Joy, Bahaya Bakteri Salmonella

“Otomatis meningkatkan pendapatan atau ruang bagi UMKM yang membuat itu walaupun mungkin dibuat oleh pabrik,” tuturnya.

Peluang Munculnya Kembali Permainan Lama

Trend permainan latto-latto yang cenderung masuk sebagai permainan lama membuat peluang bagi permainan-permainan lama muncul kembali. Terlebih, dengan adanya media sosial dapat membantu penyebaran hal tersebut.

“Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana reproduksi sosial bisa terjadi dan memori permainan lama bisa hidup kembali. Dugaan saya saat latto-latto muncul kembali, tidak akan bertahan lama karena ini permainan orang zaman dulu. Ternyata anak-anak dan remaja banyak yang suka. Bisa diprediksi bahwa di masa depan, permainan-permainan lama bisa hidup kembali,” kata Dr. Drajat.

Dampak Negatif

Selain dampak positif berupa perekat hubungan sosial, menjauhkan anak-anak dari gadget, dan meningkatkan perekonomian, latto-latto juga memiliki dampak negatif, yaitu polusi suara.

“Kebisingan latto-latto itu tinggi, apalagi bagi anak-anak semakin kencang suaranya malah semakin asyik. Hal ini bisa mengganggu orang lain di sekitar jika dimainkan tanpa mengenal tempat dan waktu. Apalagi kalau sampai dibawa ke sekolah, bisa mengganggu. Bermain latto-latto tidak masalah asal mengenal waktu dan tempat,” pungkasnya.

Terkait

Tags: Etek-etekLatto-lattoPerekat Hubungan SosialSosiolog UNS

Setyo Puji Santoso

Related Posts

Bank Jateng Perkuat Sinergi Layanan Keuangan dan Digitalisasi dengan Kemenag Jawa Tengah
Jateng Terkini

Bank Jateng Perkuat Sinergi Layanan Keuangan dan Digitalisasi dengan Kemenag Jawa Tengah

17/10/2026
Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah) terus memperkuat komitmennya, mendukung pengembangan sektor pendidikan melalui kerja sama strategis dengan Universitas Diponegoro (Undip).
Pendidikan

Dukung Operasional Undip, Bank Jateng Serahkan Fortuner dan NMax

08/06/2026
Sembilan Kecamatan di Grobogan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai Satu Meter
Jateng Terkini

BMKG: Jateng Diprediksi Masih Hujan Lebat Saat Lebaran

24/02/2026

RECOMENDED

Komitmen Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah) dalam mendorong keberlanjutan lingkungan, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta penguatan tanggung jawab sosial perusahaan kembali memperoleh apresiasi.

Bank Jateng Raih Empat Penghargaan Platinum di Indonesia CSR Brilliance Award 2026

03/11/2026
Bank Jateng meraih penghargaan, kategori Penggerak Ekonomi Daerah dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Bank Jateng dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah, Bank Jateng Raih Penghargaan

26/10/2026
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Frontliner Championship BPDSI Tahun 2026, berhasil meraih podium di seluruh kategori yang dilombakan. 

Bank Jateng Borong Prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026, Seluruh Kategori Raih Podium

19/10/2026
Bank Jateng Perkuat Sinergi Layanan Keuangan dan Digitalisasi dengan Kemenag Jawa Tengah

Bank Jateng Perkuat Sinergi Layanan Keuangan dan Digitalisasi dengan Kemenag Jawa Tengah

17/10/2026
Kinerja Pembayaran Pensiun Bank Jateng Terbaik, Diganjar Penghargaan dari Taspen

Kinerja Pembayaran Pensiun Bank Jateng Terbaik, Diganjar Penghargaan dari Taspen

16/10/2026
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026.

Dominasi Final! Bank Jateng Raih Juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan 2026

15/10/2026

MOST VIEWED

  • Pendakian Merbabu Via Thekelan

    Pendakian Merbabu Via Thekelan, Jalur Legendaris bagi Para Pendaki Era 80-an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukoharjo Trending di Twitter, Berawal dari Curhatan Mahasiswa KKN yang Mengira Pelosok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringati Hari Jadi Kota Semarang, Jalan Pemuda Akan Ditutup Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Prime Video Mobile Telkomsel Tidak Dapat Dipakai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petruk Dadi Ratu, Cerita Khayalan Rakyat Kecil yang Jadi Penguasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beranda
  • Contact
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2023 Lenterajateng.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2023 Lenterajateng.com