LENTERAJATENG, REMBANG – Bank Jateng menyetorkam deviden Rp 9,07 miliar, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, untuk tahun buku 2025. Capaian gemilang tersebut mengemuka, saat jajaran Direksi Bank Jateng beraudiensi ke Bupati Rembang Harno.
Bank Jateng Cabang Rembang menurut Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jateng Erik Abibon, meraih predikat Champion karena tingkat retabilitas yang tinggi. Ia menambahkan, capaian predikat Champion untuk Bank Jateng Cabang Rembang ditopang oleh pengelolaan bisnis yang sehat dan efisien.
“Dibuktikan dengan nilai rentabilitas yang menembus angka 24,27 persen. Selain penguasaan pangsa pasar (market share) ASN (Aparatur Sipil Negara) Rembang termasuk dominan, mencapai 54,15 persen dari total 7.800 pegawai di lingkungan Pemkab Rembang,” kata Erik, di Rembang, Jumat (25/5/2026).
“Meski saat ini terdapat tantangan penyesuaian anggaran daerah dari pusat, komitmen kami untuk memberikan imbal hasil maksimal dan menjaga fundamental tata kelola yang kuat tidak pernah surut. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami terhadap kemajuan ekonomi Rembang,” tutur Erik.
Kebijakan penyesuaian anggaran dari Pemerintah Pusat, turut membatasi ruang fiskal Kabupaten Rembang. Termasuk penambahan setoran modal, Bank Jateng dan Pemkab Rembang sepakat mencari terobosan baru. Optimalisasi layanan digital, menjadi fokus utama untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.
Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng Eko Tri Prasetyo menyoroti, besarnya potensi ekosistem digital di Rembang yang siap untuk diakselerasi.
“Transformasi digital di Rembang sudah berjalan, namun kami melihat ada ruang akselerasi yang sangat besar. Sektor pariwisata, UMKM, dan khususnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi primadona Rembang, akan menjadi prioritas. Ke depan, digitalisasi ini akan lebih masif dan tepat sasaran dengan berkolaborasi bersama dinas terkait,” ujar Eko.
Selain, Bank Jateng juga tengah mematangkan agenda customer gathering untuk merangkul para pelaku bisnis potensial guna memperluas penetrasi pasar di Rembang.
Bupati Rembang Harno, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi riil yang telah diberikan oleh Bank Jateng selama ini. Ia memberi penghargaan, atas deviden lebih dari Rp 9 miliar.
“Dana tersebut tentu sangat berarti bagi pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan pusat,” tutur Harno.
Ia menambahkan, melonjaknya angka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rembang yang turut menyumbang tambahan dana daerah sebesar Rp15 miliar menjadi momentum strategis. Bank Jateng akan mengoptimalkan serapan pemanfaatan produk seperti Kredit ASN, KPR Subsidi melalui skema payroll, dan Kredit FLPP.
Bupati Harno menegaskan, dukungannya terhadap rencana ekspansi digital Bank Jateng di wilayahnya. Menurutnya, inovasi dan digitalisasi di sektor riil akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi yang terbangun melalui digitalisasi di sektor riil seperti TPI dan UMKM ini, tentu akan menjadi solusi penggerak ekonomi. Kami mendukung penuh langkah Bank Jateng untuk terus hadir, memberikan kemudahan layanan bagi ASN dan seluruh masyarakat Rembang,” tuturnya.