LENTERAJATENG, KEBUMEN – Bank Jateng jajaki kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, dengan 4 pilar utama yang menjadi fokus. 4 pilar tersebut, antara lain penguatan sektor ekonomi lokal, peningkatan aksesibilitas layanan publik, tata kelola keuangan daerah yang transparan, serta prinsip keberlanjutan (sustainability) untuk pembangunan jangka panjang.
Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris, menegaskan komitmen mendalam institusinya untuk menyelaraskan gerak langkah perbankan dengan visi pemerintah daerah. Pertemuan dengan Bupati Kebumen bukan sekadar silaturahmi kelembagaan, tetapi mengarah ke forum penyelarasan strategi pembangunan daerah dengan intervensi keuangan yang konkret dan terukur.
“Bank Jateng tidak ingin hanya menjadi lender – penyalur kredit, tetapi menjadi Orchestrator Ekosistem Ekonomi Daerah sekaligus mitra strategis Pemkab Kebumen dalam menggerakkan ekonomi secara sistemik,” kata Mas Waris, di Rumah Berdaya Kebumen, Rabu (3/06/2026).
Bank Jateng dan Pemkab Kebumen dalam pertemuan tersebut membahas, pengembangan ekosistem pembiayaan berbasis sektor unggulan, pengentasan kemiskinan dan UMKM naik kelas. Kemudian, strategi mendorong investasi dan tidak hanya sekedar mengandalkan APBD, serta optimalisasi peran Bank Jateng sebagai mitra strategis bukan sekadar bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Secara spesifik bank RKUD adalah, rekening bank resmi yang digunakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menampung seluruh penerimaan pendapatan dan melakukan pembayaran untuk semua pengeluaran daerah.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan Bank Jateng harus berjalan selaras dengan kemajuan daerah. Pasca-dialog ini, manajemen akan segera merumuskan rencana yang adaptif terhadap karakteristik unik daerah, demi mewujudkan kolaborasi yang solid, profesional, dan tepercaya,” tuturnya.
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyambut baik, inisiatif dan komitmen Bank Jateng untuk berjalan beriringan dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan, mampu membawa dampak positif yang nyata bagi pengelolaan keuangan dan roda perekonomian di Kebumen.
“Kami membahas peluang kerja sama strategis, mulai dari penguatan sektor ekonomi, peningkatan layanan kepada masyarakat, hingga dukungan terhadap pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan berkelanjutan,” tutur Lilis.
Melalui sinkronisasi kebijakan yang kuat antara otoritas daerah dan institusi perbankan ini, kedua belah pihak optimis dapat menciptakan resiliensi ekonomi daerah yang tangguh menghadapi fluktuasi pasar. Pada akhirnya, akselerasi pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi ini ditujukan sepenuhnya untuk meningkatkan standar hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kebumen.
Audiensi ini difokuskan pada eksplorasi berbagai peluang kerja sama kolaboratif demi kemajuan Bumi Tirta Praja Mukti.