LENTERAJATENG, SRAGEN – Sendang Kun Gerit yang terletak di Dusun Sidorejo, Desa Jatibatur, Gemolong kini telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan di Sragen. Lewat statusnya sebagai desa dampingan Bank Jateng, kawasan wisata Sendang Kun Gerit berhasil mengoptimalkan potensi lokalnya hingga kini mampu menyedot rata-rata 20 ribu pengunjung setiap bulannya.
Berjarak hanya sekitar 2-3 kilometer dari akses utama Jalan Gemolong-Plupuh, Sendang Kun Gerit memadukan pesona pemandian mata air alami dengan fasilitas wisata. Pengunjung dimanjakan dengan kehadiran Padukuhan Sukowati, waterboom, area pemancingan, villa dan glamping, serta tiga restoran favorit yakni Resto Kun Gerit, Panguripan, dan Sukowati.
Kesuksesan Sendang Kun Gerit tidak lepas dari campur tangan dan sinergi yang kuat dengan Bank Jateng. Pengelola Kawasan Wisata Sendang Kun Gerit Sugiman Totok, memberikan apresiasi tinggi atas pendampingan berkelanjutan dari bank pelat merah tersebut.
Ia menyebut, kehadiran Bank Jateng membawa dampak yang masif bagi kemajuan Sendang Kun Gerit sebagai desa dampingan. Menurut Totok, kehadiran Bank Jateng benar-benar hadir menggerakkan denyut nadi perekonomian warga desanya.
“Kami tidak hanya mendapat dukungan dari sisi infrastruktur-seperti berdirinya fasilitas pendopo yang bersumber dari dana CSR Bank Jateng tetapi juga dari sisi digitalisasi keuangan. Penggunaan QRIS Bank Jateng membuat transaksi pengunjung menjadi jauh lebih praktis dan transparan,” kata Totok.
Pendopo multifungsi yang dibangun dari dana CSR Bank Jateng, kini menjadi denyut nadi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di kawasan tersebut. Sepanjang tahun 2026, tercatat lebih dari 750 event sukses terselenggara, mulai dari meeting instansi, workshop, wedding, hingga acara keluarga.
Manajemen pengelolaan Sendang Kun Gerit patut menjadi percontohan yang digerakkan oleh BUMDes, pengembangan kawasan ini didanai melalui skema urunan hasil musyawarah desa. Hebatnya, hingga kini tercatat ada 1.069 investor lokal dari masyarakat Jatibatur yang turut mendanai dan menikmati hasil dari putaran ekonomi desa.
Dampak positif pemberdayaan ini tidak hanya berhenti pada skema investasi warga, tetapi juga menyentuh urat nadi perekonomian UMKM setempat. Segala kebutuhan bahan baku kuliner yang dijajakan di seluruh area wisata dipasok sepenuhnya oleh masyarakat sekitar, setidaknya kebutuhan belanja bahan baku minimal Rp 238 juta per bulan.
Ini menjadi bukti nyata, kehadiran Sendang Kun Gerit telah menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang perputarannya langsung dirasakan. Sekaligus mengangkat taraf kesejahteraan warga lokal secara merata.
Harga tiket masuk kawasan wisata ini sangat ramah di kantong hanya dengan Rp 5 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan kawasan dan akses ke pemandian mata air. Jika ingin bermain di waterboom, cukup menambah biaya Rp 10 ribu.
Sementara untuk fasilitas menginap seperti villa dan glamping, harga ditawarkan sangat bersahabat mulai dari Rp 250 ribu per malam. Semua transaksi tersebut difasilitasi dengan mudah melalui sistem pembayaran digital QRIS Bank Jateng.
Faktor keselamatan turut menjadi prioritas absolut pengelola, Ranger dan tim keamanan kolam telah dibekali pelatihan khusus bersertifikat dari PMI dan BPBD Sragen, didukung oleh peralatan P3K yang memadai serta armada ambulans yang selalu siaga di lokasi.
Keunggulan fasilitas dan tata kelola yang profesional ini membuat Sendang Kun Gerit sering menjadi jujugan tamu VIP. Tokoh-tokoh penting seperti Menteri Wihaji, Bupati Sragen, jajaran anggota DPRD Jawa Tengah, para pejabat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, hingga deretan YouTuber dan influencer ternama tercatat pernah singgah menikmati asrinya kawasan ini.
Menyambut momen libur sekolah, pengelola Sendang Kun Gerit telah menyiapkan promo spesial khusus untuk rombongan instansi sekolah berupa diskon harga tiket. Bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan dengan perpaduan alam yang asri dan fasilitas modern, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi @wisatasendangkungerit.