LENTERAJATENG, SEMARANG – Sudah lebih dari sepekan, warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan hidup dalam keterbatasan akses setelah jembatan penghubung lingkungan mereka roboh diterjang derasnya arus Sungai Beringin.
Kondisi ini membuat ratusan kepala keluarga terisolasi dan harus bergantung pada perahu kecil untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mendesak Pemerintah Kota Semarang segera bertindak cepat dengan berkoordinasi bersama BBWS Pemali Juana untuk membangun jembatan darurat maupun perbaikan permanen.
Seperti diketahui, jembatan swadaya yang menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah di RW 7 roboh pascaditerjang luapan air Sungai Beringin, Kamis (15/1/2026) lalu. Sejak saat itu, aktivitas warga lumpuh dan mobilitas hanya bisa dilakukan menggunakan perahu dengan tarif Rp 2 ribu sekali jalan.
“Sampai saat ini masih terisolir ya, warga harus pakai getek (perahu kecil,Red) untuk beraktivitas, seperti bekerja, sekolah, dan lainnya. Sekali jalan itu Rp 2 ribu,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Pilus, sapaannya, Senin (19/1/2025).
RW 7 sendiri terdiri dari dua RT, yakni RT 4 dan RT 5, yang terpisah aliran Sungai Beringin. Wilayah ini menjadi jalur penghubung penting menuju Kelurahan Mangunharjo maupun pusat Kelurahan Mangkang Wetan. Sedikitnya 150 hingga 200 kepala keluarga bergantung pada akses jembatan tersebut untuk bekerja, bersekolah, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Pilus, kondisi ini semakin berisiko karena curah hujan masih tinggi. Aktivitas warga menggunakan perahu dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Saat ini masih musim hujan, takutnya ada limpasan air dari atas. Ini kan malah berbahaya,” ujarnya.
Ia pun menegaskan perlunya langkah cepat dari Pemkot Semarang dengan menggandeng BBWS, mengingat jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat dan menjadi akses vital warga.
“Yang ditugaskan dari pusat kan BBWS ya, harapannya ada solusi agar warga nyaman dalam beraktivitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa jembatan yang melintang di Sungai Beringin tersebut memang berada di bawah kewenangan BBWS Pemali Juana. Ia menyebut jembatan yang roboh merupakan bangunan sementara dan belum berstatus permanen.
“Jembatan itu jembatan sementara, dulu yang buat BBWS dan memang belum dibuat permanen, nah saat ini kita sudah berkoodinasi agar segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya