LENTERAJATENG, BANGKOK – Bank Jateng meraih penghargaan The 7th ASEAN Rural Development and Poverty Eradication (RDPE) Leadership Award, dalam rangkaian The 14th ASEAN Ministers Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (AMRDPE), di Bangkok, Thailand, 8-12 Desember 2025.
Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan kolektif negara-negara ASEAN, atas peran vital Bank Jateng dalam memberdayakan masyarakat pedesaan.
Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro menegaskan, posisi perusahaan sebagai bank milik pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang berperan sebagai pengelola keuangan daerah sekaligus motor pembangunan ekonomi regional.
Irianto menekankan, seluruh program Bank Jateng disusun agar sejalan dan beriringan dengan program kerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
“Seluruh program Bank Jateng, disusun agar seiring dan sejalan dengan program Ngopeni Nglakoni Jateng. Kami berkomitmen penuh, mendukung visi besar dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran kredit yang inklusif, pemberdayaan UMKM, serta pembiayaan sektor produktif,” kata Irianto.
Irianto menjelaskan, semangat “Ngopeni” (merawat) dan “Nglakoni” (melayani/menjalankan) diimplementasikan melalui perluasan akses layanan keuangan hingga ke daerah terpencil. Selain, program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng juga difokuskan pada pilar-pilar utama program Gubernur, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Dengan jaringan layanan yang luas, teknologi modern, dan SDM yang andal, Bank Jateng akan terus memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Kami hadir untuk memastikan program-program Jawa Tengah tersampaikan dengan nyata hingga ke masyarakat lapis bawah, guna mewujudkan pembangunan daerah yang merata dan inklusif,” tuturnya.
Keterlibatan Bank Jateng dalam forum tingkat menteri AMRDPE menunjukkan, komitmen dalam mendukung visi kolektif ASEAN untuk menciptakan komunitas pedesaan yang maju dan sejahtera. Sekaligus membuktikan, sinergi antara perbankan daerah dan kebijakan pemerintah provinsi mampu membuahkan hasil yang diakui dunia.