LENTERAJATENG, SEMARANG – Memasuki musim kemarau, stok cadangan untuk bantuan air bersih Kota Semarang kini semakin menipis. Bahkan sampai saat ini, stok cadangan air bersih tinggal 4 tangki.
Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Semarang Endro P Martanto menjelaskan, terus melakukan berbagai upaya menambah stok cadangan air bersih. Termasuk menggandeng lebih kurang 30 CSR, untuk mengantisipasi kurangnya ketersediaan air.
“Keadaan sampai Agustus ini posisi stok cadangan sudah menipis,” kata Endro.
Saat ini BPBD menurut Endro, sedang berkonsentrasi pada bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan. Terakhir, BPBD sudah mengirimkan setidaknya 100 tangki air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan akibat terdampak El Nino.
Pihaknya juga menyiapkan beberapa risiko yang akan dihadapi ke depannya. Terhitung, ada lima titik yang menjadi prioritas mengingat fenomena El Nino diprediksi bakal terjadi hingga September 2023.
“Total kurang lebih mendekati 100 tangki sesuai pagu yang ada di tempat kami. Rata-rata permintaan memang daerah yang membutuhkan,” tuturnya.
Menurut Endro, ada sejumlah daerah yang menjadi prioritas pengiriman bantuan air bersih, antara lain Rowosari Tembalang, Jabungan Banyumanik, Gondoriyo Ngaliyan, dan Genuk.
Untuk permintaan air bersih, BPBD selalu terbuka menerima permintaan warga melalui surat pengantar dari Rukun Tetangga/Rukun Warga yang dikonfirmasi oleh kelurahan. Endro juga mengimbau, masyarakat di daerah yang rawan kekeringan untuk bijaksana dalam menggunakan air bersih, dengan mengutamakan kebutuhan rumah tangga.
“Saya mengimbau masyarakat bijak menggunakan air, terutama untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga dulu. Masak, minum, sudah itu. Terutama, daerah yang termasuk zona kekeringan,” tuturnya.