LENTERAJATENG, SEMARANG – Korban bus PO Semeru Putra yang bemuatan warga Manyaran akan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Semarang berserta PT Jasa Raharja.
Bus Semeru Putra itu kecelakaan saat warga Manyaran hendak piknik di Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur.
Tetapi saat berada di Jalan Alternatif Sarangan-Tawangmangu, bus itu kecelakaan dengan terjun ke dalam jurang setinggi 31 meter.
Akibat kecelakaan itu, 7 korban meninggal dunia dengan 6 jenazah dari Manyaran dan 1 orang seorang sopir.
Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan jika Pemkot akan membantu santunan untuk korban.
“Untuk santunan tadi dari PT Jasa Raharja, sudah menyelesaikan semuanya. Karena ini kan merupakan kecelakaan dari kendaraan umum sehingga tadi dari PT Jasa Raharja menyelesaikan,” ucapnya.
Ita lalu memaparkan, dalam kecelakaan ini selain korban meninggal dunia ada 23 korban luka-luka baik ringan maupun sedang.
Daftar korban meninggal dunia kecelakaan bus PO Semeru Putra adalah sebagai berikut:
- Sutarjo, (56), Laki-laki, Kelurahan Manyaran RT 05 RW 02 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang
- Witri Suci (27), Perempuan, Swasta, Kelurahan Manyaran RT 05 RW 02 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang
- Kabul (62) Laki-laki, Swasta, Kelurahan Manyaran RT 05 RW 02 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang
- Wachid (58) Laki-laki, Swasta, Kelurahan Manyaran RT 11 RW 01 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang
- Sukini (58)Perempuan, Swasta, Kelurahan Manyaran RT 05 RW 02 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang
- Sumiati (60) Perempuan, Swasta, Kelurahan Manyaran RT 05 RW 02 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Kemudian satu lagi adalah p seorang sopir dengan nama Mochammad Barliyan, (52), Laki-laki, Swasta, Kampung Pejaringan 152 RT 4 RW 1 Kemijen, Kota Semarang.
Ita menuturkan dari nama-nama jenazah itu ada pasangan suami istri yakni Sutarjo dan Witri santunannya sudah ditransfer ke rekening dengan jumlah Rp 50 juta masing-masing orang.
“Untuk 4 jenazah lain menyusul karena rekeningnya bukan rekening ahli waris dan juga bukan rekening yang bisa langsung offer booking. Sehingga perlu proses baru besok pagi. Tapi secara langsung besok akan serahkan oleh Direktur Operasional PT Jasa Raharja di Balai Kota. Nanti ahli waris bakal mendapat undangan bersama Pak Camat dan teman-teman dari Pemkot untuk menyaksikan penyerahan santunan,” sambungnya.
Jasa Raharja Juga Beri Santunan Korban Luka, Pemkot Semarang Bantu Proses
Tidak hanya itu Jasa Raharja juga memberi santunan korban yang luka-luka baik yang berat dan sedang dengan biaya maksimal Rp 20 juta.
“Apabila kurang, DKK akan melanjutkan dengan BPJS atau tidak punya dari pemerintah kan ada UHC. Alhamdulillah teman-teman dari Pemkot juga gerak cepat pada masing-masing tugasnya,” tuturnya.
Sementara untuk korban luka-luka Rumah Sakit Wongsonegoro sejak pasca kejadian sudah menjemput para korban dari Magetan.
Untuk korban selamat, Ita tidak akan melupakannya mengalami trauma.
Maka Ita mengaku sudah meminta Camat Semarang Barat agar mendatangkan psikolog agar mental korba bisa pulih kembali terutama untuk anak-anak.
“Karena yang namanya luka, kaget, masuk melihat lingkungan meninggal dunia pasti terjadi trauma. Oleh karena itu jadi tanggung jawab kami untuk pemerintah kota,” pungkasnya. (ADI)