• JATENG TERKINI
  • NUSANTARA
  • DAERAH
    • HUKRIM
    • KOMUNITAS
    • WISATA
    • EKBIS
    • PENDIDIKAN
    • Banyumas Raya
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
  • TEKNOLOGI
  • Kesehatan
  • OLAH RAGA
    • BELADIRI
    • BOLA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
LENTERAJATENG
  • JATENG TERKINI
  • NUSANTARA
  • DAERAH
    • All
    • Banyumas Raya
    • Kesehatan
    • Komunitas
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
    • Sosok
    Sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dengan Bank Jateng wujudkan hunian terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

    Sinergi Pemkab Sragen dan Bank Jateng Wujudkan Hunian Terjangkau

    Bank Jateng makin dekat dengan masyarakat, dengan berpartisipasi aktif dalam Sukoharjo Expo 2025

    Bank Jateng Makin Dekat dengan Masyarakat

    Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.

    Bank Jateng Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

    Produsen sirup Kartika, PT Kartika Polaswasti Mahardhika percayakan pengelolaan dana pensiun karyawannya ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Setia Bank Jateng.

    Produsen Sirup Kartika Percayakan Dana Pensiun Karyawannya ke Bank Jateng

    Bupati Sukoharjo Etik Suryani, menyerahkan 167 akta pendirian koperasi merah putih (KMP).

    Bank Jateng Dukung Pendirian KMP Sukoharjo

    Bank Jateng mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, dengan memberi pelatihan dan pembiayaan.

    Bank Jateng Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Transformasi Digital

    Bank Jateng melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), menyerahkan kaki palsu kepada 27 penyandang disabilitas.

    Penyandang Disabilitas Terima Kaki Palsu Bantuan Bank Jateng

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal meluncurkan Lapor Bupati Tegal 4.0, aplikasi tersebut menawarkan solusi digital yang terintegrasi.

    Aplikasi Lapor Bupati Tegal 4.0 Tawarkan Solusi Digital Terintegrasi

    406 Koperasi Merah Putih (KMP) di Pati ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Duta Laku Pandai, pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengurus KMP mengelola transaksi keuangan.

    406 KMP Pati Ikuti Bimtek Agen Duta Laku Pandai Bank Jateng

    • HUKRIM
    • KOMUNITAS
    • WISATA
    • EKBIS
    • PENDIDIKAN
    • Banyumas Raya
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
  • TEKNOLOGI
  • Kesehatan
  • OLAH RAGA
    • BELADIRI
    • BOLA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
No Result
View All Result
  • JATENG TERKINI
  • NUSANTARA
  • DAERAH
    • All
    • Banyumas Raya
    • Kesehatan
    • Komunitas
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
    • Sosok
    Sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dengan Bank Jateng wujudkan hunian terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

    Sinergi Pemkab Sragen dan Bank Jateng Wujudkan Hunian Terjangkau

    Bank Jateng makin dekat dengan masyarakat, dengan berpartisipasi aktif dalam Sukoharjo Expo 2025

    Bank Jateng Makin Dekat dengan Masyarakat

    Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.

    Bank Jateng Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

    Produsen sirup Kartika, PT Kartika Polaswasti Mahardhika percayakan pengelolaan dana pensiun karyawannya ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Setia Bank Jateng.

    Produsen Sirup Kartika Percayakan Dana Pensiun Karyawannya ke Bank Jateng

    Bupati Sukoharjo Etik Suryani, menyerahkan 167 akta pendirian koperasi merah putih (KMP).

    Bank Jateng Dukung Pendirian KMP Sukoharjo

    Bank Jateng mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, dengan memberi pelatihan dan pembiayaan.

    Bank Jateng Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Transformasi Digital

    Bank Jateng melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), menyerahkan kaki palsu kepada 27 penyandang disabilitas.

    Penyandang Disabilitas Terima Kaki Palsu Bantuan Bank Jateng

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal meluncurkan Lapor Bupati Tegal 4.0, aplikasi tersebut menawarkan solusi digital yang terintegrasi.

    Aplikasi Lapor Bupati Tegal 4.0 Tawarkan Solusi Digital Terintegrasi

    406 Koperasi Merah Putih (KMP) di Pati ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Duta Laku Pandai, pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengurus KMP mengelola transaksi keuangan.

    406 KMP Pati Ikuti Bimtek Agen Duta Laku Pandai Bank Jateng

    • HUKRIM
    • KOMUNITAS
    • WISATA
    • EKBIS
    • PENDIDIKAN
    • Banyumas Raya
    • Magelang Raya
    • Pati Raya
    • Pekalongan Raya
    • Solo Raya
  • TEKNOLOGI
  • Kesehatan
  • OLAH RAGA
    • BELADIRI
    • BOLA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
No Result
View All Result
LENTERAJATENG
No Result
View All Result
Home Opini

Mencangkul Kesejahteraan Petani

by Redaksi (Red)
24/03/2022
in Opini
0

Bung Karno berpesan bahwa, urusan pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa. Hal itu ia sampaikan dalam pidato peletakan batu pertama Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang sekarang bernama Institut Pertanian Bogor (IPB), 27 April 1952. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpesan agar urusan pangan diserahkan kepada ahlinya.

Menjelang 70 tahun dari peristiwa tersebut, kita harus merefleksikan diri sudah sejauh mana pesan Bung Karno tersebut mampu diwujudkan. Namun, jika melihat nasib petani hari ini cukup memprihatinkan, penghasilan petani berada jauh dibawah UMP (UMR/UMK).

Penyebabnya kepemilikan lahan berkurang sementara harga beli gabah petani masih sangat rendah, ada 1.317.118 petani gurem di Jawa Tengah yang penghasilannya dibawah UMP (Rp 1.813.011).

Petani yang memiliki lahan 2 ribu meter persegi, pendapatan mereka berkisar Rp 600 ribu – Rp 800 ribu per bulan.

Perlu langkah-langkah konkrit, harus mampu “Mencangkul Kesejahteraan Petani”. Dimulai dengan adanya keberpihakan anggaran, jaminan usaha hulu-hilir serta pemberdayaan yang tepat guna.

FAO memprediksi dunia harus meningkatkan produksi pangan sebanyak 70 persen pada 2050. Populasi global terus bertambah secara cepat, sementara jumlah sumber daya lahan terus menyusut. Jumlah penduduk Indonesia tercatat 264 juta orang pada 2018, meningkat sebesar 1,27 persen dari 2017. Sementara itu, Petani Gurem di Jawa Tengah rata-rata memiliki lahan hanya 0,15 hektar, sehingga perlu adanya inovasi-inovasi yang mampu memaksimalkan sumberdaya lahan yang terbatas.

Saat ini, para petani terjebak dalam ketergantungan akan pupuk urea yang disubsidi oleh pemerintah. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 2020 mencatat ada 13,9 juta petani dengan usulan pupuk total mencapai 26,2 juta ton, padahal pemerintah hanya memenuhi 8,9 juta ton.

BACA JUGA:  Berawal Ingin Sejahterakan Petani, Mahasiswa Ini Raih Juara Agriverse International BMC Competition

Alhasil, banyak petani gurem yang tidak mendapatkan pupuk subsidi. Maka petani harus kembali menggunakan pupuk organik, karena selain menyehatkan tanah sumber dayanya pun ada di sekitarnya. Tanah akan kembali sehat, subur seperti dalam syair lagu Koes Plus “Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.

Pemerintah juga perlu membuat demplot percontohan, agar terbentuk keyakinan petani untuk menggunakan pupuk organik. Perlu adanya hasil riset untuk mendukung percepatan pemulihan tanah lahan pertanian dengan singkat, sehingga petani bisa segera memanen hasil pertanian dengan maksimal.

Harga Beras

Padi yang dihasilkan oleh petani, nantinya akan menjadi beras “emas putih” sebagai bahan pokok. Indonesia sendiri merupakan salah satu konsumen beras terbesar di dunia dengan konsumsi beras nasional per kapita pada 2017 sebesar 97,6 Kilogram dan diperkirakan meningkat 1,5 persen per tahun menjadi 99,08 Kilogram per kapita pada 2025. Peningkatan ini terjadi seiring dengan laju pertambahan penduduk.

Dikutip dari laman beritasatu.com, Jepang memiliki harga beras termahal di dunia dengan harga rata-rata beras per kilogram mencapai US$ 5,35 atau Rp 77 ribu per kilogram per September 2020, sementara Argentina termurah di dunia dengan harga sekitar Rp 8.600. Indonesia memiliki harga beras sekitar Rp 12.850, menempatkannya di urutan ke-49 dari 58 negara yang disurvei, atau urutan ke-10 negara dengan harga beras termurah.

BACA JUGA:  Pemkot Canangkan Kelurahan Mandiri Pangan untuk Hadapi Krisis di 2023

Menurut data GlobalProductPrices.com, harga rata-rata beras di dunia adalah US$ 1,55 per kilogram. Harga diambil berdasarkan varian beras putih long grain dari merek terkenal dan dari toko-toko makanan terbesar di setiap negara.

Kilas balik ke era 2000-an, nilai beras jika dibandingkan dengan nilai emas cukup jauh perbandingannya. Pada awal 2000, nilai 1 gram emas sama dengan 23 Kilogram beras, sedang pada tahun 2020 nilai 1 gram emas sama dengan 81 Kilogram beras. Disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 20 tahun, nilai emas terhadap beras meningkat sekitar 3-4 kali lipat.

Keadilan Informasi

Persoalan yang dihadapi di sektor pangan tidak berubah, hanya saja kita belum sampai kedalam penyelesaianya. Kita disibukkan dengan urusan penyaluran subsidi yang kerap terjadi penyimpangan dan salah sasaran, hingga lupa berinovasi dalam sektor pangan. Maka seyogyanya metode subsidi ini diubah menjadi metode yang tepat dan fleksibel, yakni menjadi subsidi langsung kepada petani, hal ini akan lebih efektif dan memudahkan pengontrolan di era modern seperti ini.

Persoalan data pertanian juga menjadi momok tersendiri, minimnya data yang dimiliki menyebabkan lemahnya manajemen. Sehingga produksi dan serapan produksi tidak seimbang atau sebaliknya. Pendataan usaha pertanian kita belum digarap dengan baik, sehingga produksi dan serapan produksi tidak seimbang atau sebaliknya. Suatu komoditas ada yang survus sementara di lain sisi ada potensi yang belum tergarap, namun sayangnya pemerintah lebih memilih cara yang instan yakni dengan impor. Hadirnya Holding BUMN Pangan harapannya mampu menjawab permasalah ini.

BACA JUGA:  DBHCT Belum Maksimal untuk Kepentingan Masyarakat

Petani harus diberikan informasi pasar yang mencakup kebutuhan produk, harga produk, pasar produk dan lainnya. Penyaluran informasi ini dengan melibatkan desa atau kelurahan, agar daerah yang masih minim akses internet bisa terbantukan. Bila perlu petani harus mendaftarkan apa yang akan ditanamnya, sehingga pemerintah memiliki data informasi berapa produksi yang akan dihasilkan dalam periode tertentu atas komoditas tertentu. Apabila perkiraan produksi sudah melebih kapasitas, pemerintah bisa menganjurkan petani untuk berusaha di komoditas lainnya.

Andil Para Ahli

Proses “Mencangkul Kesejahteraan Petani” ini tentu tidak akan begitu saja terwujud apabila tidak ada andil dari para ahli dibidangnya. Peranan akademisi kampus untuk ikut serta membangun Indonesia dari sektor pangan sangat diharapkan, ruang untuk para akademisi untuk kebijakan sektor pangan harus dibuka lebar-lebar. Pemerintah harus memberikan dukungan dana untuk riset, sehingga akan tercipata pengetahuan dan teknologi baru, hadir Ekonomi Padi, Ekonomi Sayuran dan lain sebagainya.

Perlu juga digaris bawahi bahwa menguatnya kekuatan pangan harus sebanding dengan menguatanya para pelaku utama pangan. Semoga dengan mencangkul, akan tergali semangat kita bersama untuk kembali mencapai kejayaan pangan bangsa dan negara ini.

Sumanto SH, Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah

Tags: Bung KarnoKesejahteraanmencangkulPanganpetani

Redaksi (Red)

Related Posts

Hendrik SP Hutabarat, Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Semarang
Opini

Pentingnya Efisiensi Logistik dalam Kelancaran Pemilihan Umum di Indonesia

21/07/2023
Sidiq Fathoni SH, Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Alumni Kabupaten Banyumas
Opini

SIREKAP, Aplikasi Menjawab Problematika Rekapitulasi di Pemilu 2024

11/07/2023
*Muhammad Atho'illah, Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kendal, Jawa Tengah
Opini

Sinergisitas Lembaga Pengawas Pemilu dan Tokoh Masyarakat sebagai Pengawas Partisipatif

04/06/2023

RECOMENDED

Bank Jateng dan PBSI Kendal Persiapkan Porprov 2026

Bank Jateng dan PBSI Kendal Persiapkan Porprov 2026

29/08/2025
Sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dengan Bank Jateng wujudkan hunian terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

Sinergi Pemkab Sragen dan Bank Jateng Wujudkan Hunian Terjangkau

28/08/2025
Bank Jateng menegaskan komitmennya mendukung pembiayaan sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Atasi Backlog Perumahan, Bank Jateng Dukung FLPP dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

27/08/2025
Bank Jateng makin dekat dengan masyarakat, dengan berpartisipasi aktif dalam Sukoharjo Expo 2025

Bank Jateng Makin Dekat dengan Masyarakat

26/08/2025
Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah) peroleh, Financial Literacy Award (FLA) 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank Jateng Peroleh Financial Literacy Award 2025 dari OJK Berkat Program Edukasi UMKM dan Petani

25/08/2025
Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.

Bank Jateng Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

25/08/2025

MOST VIEWED

  • Sukoharjo Trending di Twitter, Berawal dari Curhatan Mahasiswa KKN yang Mengira Pelosok

    Sukoharjo Trending di Twitter, Berawal dari Curhatan Mahasiswa KKN yang Mengira Pelosok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringati Hari Jadi Kota Semarang, Jalan Pemuda Akan Ditutup Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pendakian Merbabu Via Thekelan, Jalur Legendaris bagi Para Pendaki Era 80-an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Prime Video Mobile Telkomsel Tidak Dapat Dipakai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petruk Dadi Ratu, Cerita Khayalan Rakyat Kecil yang Jadi Penguasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beranda
  • Contact
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2023 Lenterajateng.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2023 Lenterajateng.com