LENTERAJATENG, PATI – Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam program KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 44 Universitas Diponegoro (Undip), di Desa Sambilawang Trangkil, Pati. Melihat potensi usaha masyarakat sekaligus kebutuhan pelaku UMKM dalam mengelola bisnis, mahasiswa menghadirkan Buku Panduan Usaha Lokal yang dibagikan kepada pelaku UMKM di Desa Sambilawang.
Buku tersebut dirancang sebagai panduan praktis yang dapat membantu pelaku usaha memahami berbagai aspek penting dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Materinya mencakup penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), penentuan harga jual, serta pemahaman dasar perpajakan, sehingga pelaku UMKM memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan usahanya.
Tidak hanya menyentuh pengelolaan internal, buku juga memberikan wawasan mengenai pemasaran digital. Pelaku UMKM diperkenalkan pada pemanfaatan Google Business Profile, Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business sebagai sarana untuk memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan pasar.
Pendekatan dalam buku tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Mahasiswa juga mengenalkan konsep growth mindset dan entrepreneurial well-being untuk membantu pelaku usaha membangun pola pikir berkembang serta menjaga kesiapan diri dalam menghadapi dinamika dan tantangan usaha.
Bagi masyarakat Desa Sambilawang yang memiliki potensi ekonomi lokal, kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan yang dapat digunakan secara mandiri setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. Dengan demikian, transfer pengetahuan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat terus dirujuk ketika pelaku UMKM menghadapi kebutuhan dalam pengelolaan usahanya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi KKN-T IDBU 44 Undip terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat desa menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada potensi masyarakat setempat.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T IDBU 44 Undip, Milcha Fakhria, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa pengembangan usaha lokal diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar memberikan materi, tetapi menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
“Buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan praktis bagi pelaku UMKM Sambilawang. Kami ingin pengetahuan yang diberikan selama KKN dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan usahanya,” ujarnya.
Melalui Buku Panduan Usaha Lokal, KKN-T IDBU 44 Undip berupaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Bagi pelaku UMKM Sambilawang, buku tersebut bukan sekadar luaran kegiatan mahasiswa, melainkan bekal untuk mengelola usaha secara lebih terarah, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.