LENTERAJATENG, SEMARANG – Di hari ke-3 Operasi Keselamatan Candi 2026, personel Ditlantas dan Bidpropam Pola Jateng mengajak siswa-siswi TK untuk mengenal rambu-rambu lalu lintas. Mulai dari cara mengenakan helm yang benar, hingga melakukan simulasi berkendara menggunakan sepeda.
Keceriaan itu terpancar dari wajah puluhan siswa TK Kemala Bhayangkara Sendangmulyo, Tembalang, saat sejumlah personel hadir di tengah-tengah mereka. Kehadiran para petugas ini bukan untuk melakukan razia, melainkan untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).
Iptu Soeran dari Bidpropam Polda Jateng, yang memimpin kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pendidikan lalu lintas paling efektif dimulai dari usia sekolah.
“Kami ingin membangun pondasi kesadaran. Ketika anak-anak ini tahu bahwa memakai helm itu penting untuk melindungi kepala, mereka bahkan bisa menjadi pengingat bagi orang tuanya saat di rumah,” jelas Iptu Soeran, Rabu (4/2/2026)
Sementara itu Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkara, Tri Ambarwati, memberikan apresiasi atas pendekatan humanis yang dilakukan petugas. Menurutnya, metode belajar sambil bermain membuat anak-anak lebih mudah menyerap informasi.
“Anak-anak sangat antusias, terutama saat simulasi bersepeda. Sebagai pendidik, kami sangat terbantu. Ini menjadi pengalaman luar biasa yang akan terus diingat anak-anak hingga mereka besar nanti,” ungkapnya.
Di sela-sela kegiatan, Iptu Soeran juga berdialog dengan para guru dan wali murid sebagai wujud keterbukaan Polri terhadap masyarakat. Ia menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik dan menghimbau warga agar tidak ragu melaporkan jika menemukan oknum petugas yang melakukan pelanggaran di lapangan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menyampaikan bahwa giat Polsanak ini merupakan bagian dari upaya preemtif dalam Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Polda Jateng untuk menghadirkan Polri sebagai mitra edukasi dan sahabat bagi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
“Keselamatan adalah hak semua orang, termasuk anak-anak. Melalui kegiatan ini, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang patuh hukum dan menjadikan keselamatan sebagai gaya hidup, bukan lagi sekadar kewajiban,” pungkasnya.