LENTERAJATENG, SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendorong, penerapan sistem parkir elektronik (PE) diperluas di seluruh titik parkir untuk menekan potensi kebocoran retribusi yang selama ini membuat target pendapatan parkir belum pernah tercapai.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto mengatakan, pihaknya telah membahas program tersebut bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dalam rapat kerja, termasuk target peningkatan pendapatan parkir tahun ini.
“Dari paparan Dishub, penerapan PE di semua titik ditargetkan bisa meningkatkan pendapatan parkir hingga 30 persen, dari realisasi tahun lalu yang sekitar Rp 4 miliar,” kata Danur, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, penerapan sistem parkir elektronik akan difokuskan pada titik-titik keramaian yang memiliki potensi besar dalam mendongkrak pendapatan daerah.
DPRD juga siap membantu Dishub dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada juru parkir dan pengguna layanan parkir yang belum terbiasa dengan sistem non tunai.
“Kendalanya mungkin jukir atau pengguna parkir belum siap. Kalau diminta, kami siap turun untuk sosialisasi,” ujarnya.
Meski penerapan PE disebut sudah memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan, Danur menilai kenaikan tersebut masih belum signifikan. Karena itu, ia meminta Dishub menghadirkan sistem yang lebih canggih dengan metode pembayaran yang lebih cepat dan mudah digunakan.
“Kami minta ada alat yang lebih canggih, pembayarannya dipercepat. Dishub juga siap menambah titik, jadi jukir harus siap kalau PE diterapkan di semua titik,” tuturnya.
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang Andreas Catur Ady Kristianto mengatakan, penerapan sistem non tunai menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki tata kelola parkir sekaligus menekan potensi kebocoran retribusi.
“Dengan sistem parkir elektronik kita upayakan menghindari kebocoran. Saat ini PE sudah menyebar hampir di semua titik parkir potensial,” ujarnya.
Dari total 812 titik parkir di Kota Semarang, sebanyak 605 titik telah menerapkan sistem parkir elektronik, sedangkan sekitar 207 titik lainnya masih menggunakan sistem manual atau transaksi tunai.
“Tahun ini kita upayakan semuanya menggunakan PE. Pembayarannya non tunai, harapannya bisa memenuhi target pendapatan parkir dan meminimalisir kebocoran,” jelasnya