LENTERAJATENG, SEMARANG – Rencana perluasan operasional bus listrik, layanan Trans Semarang mendapat dukungan dari DPRD Kota Semarang. Namun, DPRD mengingatkan agar kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama sebelum armada tersebut dioperasikan secara luas.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet menilai, kondisi geografis Kota Semarang yang kerap dilanda banjir harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jalur operasional bus listrik.
Menurutnya, sejumlah rute Trans Semarang melewati kawasan yang rawan genangan air. Salah satunya Koridor 1 yang menghubungkan kawasan Mangkang hingga Penggaron, yang melintasi titik-titik rendah seperti Simpanglima hingga Pedurungan.
“Memang pemerintah harus memperhatikan jalur-jalur yang biasa banjir itu yang mana. Itu perlu dipersiapkan jalur yang mau dilalui bus listrik. Jangan sampai kena banjir bus listrik itu,” ujar Agus, Jumat (6/3/2026).
Ia meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, memastikan kondisi drainase dan jalan di jalur operasional bus listrik benar-benar siap. Hal ini dinilai penting agar layanan transportasi publik tidak terganggu saat terjadi banjir.
Agus menjelaskan, kendaraan listrik memiliki risiko kerusakan lebih besar apabila terendam air. Selain itu, biaya perbaikannya juga relatif mahal dibandingkan bus konvensional.
“(Bus listrik) BOK atau biaya operasional kendaraannya hampir separuhnya itu,” terangnya.
Meski demikian, DPRD tetap mendukung langkah Pemerintah Kota Semarang menghadirkan bus listrik sebagai bagian dari pengembangan transportasi ramah lingkungan di kota metropolitan.
Namun ia menegaskan, modernisasi transportasi harus diiringi kesiapan infrastruktur agar investasi yang dikeluarkan pemerintah tidak sia-sia.
“Ini kan program Bu Wali. Program Pemerintah Kota Semarang tentu kita DPRD mendukung. Tapi bagaimana bus listrik itu bisa awet, jalurnya harus dipersiapkan supaya tidak terkena banjir,” tegasnya.
Selain soal bus listrik, Agus juga menyoroti kondisi sejumlah armada Trans Semarang yang dinilai memprihatinkan, termasuk insiden bus yang sempat terbakar baru-baru ini.
Ia menyebut, DPRD telah bertemu dengan para operator Trans Semarang untuk membahas berbagai persoalan tersebut. Ke depan, pemerintah direncanakan akan melakukan pengadaan sekitar 130 unit bus baru, termasuk bus listrik, guna meningkatkan kualitas layanan.
“Ya mudah-mudahan dengan ganti bus-bus yang baru ini pelayanan lebih baik, lebih maksimal. Kita juga menyampaikan ke Dishub agar pengawasan terhadap bus-bus Trans Semarang lebih ditingkatkan,” pungkasnya