LENTERAJATENG, PATI – Transformasi digital mulai menyentuh tata kelola Desa Sambilawang Trangkil, Pati. Melalui KKN-T IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 44, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan website Desa Sambilawang sebagai upaya memperkuat sistem informasi dan mendukung pengelolaan data desa secara lebih praktis dan terintegrasi.
Website tersebut dikembangkan, melalui kolaborasi mahasiswa dengan perangkat desa selama pelaksanaan KKN. Tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, website menyediakan berbagai informasi mengenai Desa Sambilawang, mulai dari profil desa, sejarah, hingga berita dan informasi terkini.
Salah satu fitur yang menjadi bagian penting dalam inovasi ini adalah Kalender Desa. Fitur tersebut dikembangkan untuk membantu digitalisasi pencatatan berbagai peristiwa kependudukan, seperti kelahiran, kematian, pernikahan, dan mutasi warga.
Pencatatan dilakukan melalui integrasi Google Form dan Spreadsheet sehingga data dapat dikelola secara lebih terstruktur dibandingkan pencatatan yang sepenuhnya berbasis kertas.
Menariknya, digitalisasi yang dikembangkan tetap mempertahankan karakteristik lokal masyarakat. Kalender Desa dilengkapi dengan penanggalan Hijriah dan hari pasaran Jawa, sehingga tidak menghilangkan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sambilawang.
Dalam proses pengembangannya, mahasiswa juga melakukan evaluasi bersama perangkat desa. Dari proses tersebut, sistem kemudian disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk penambahan kolom pendataan Bayi Baru Lahir (BBL).
Langkah ini menunjukkan bahwa website tidak dibangun sekadar sebagai produk teknologi, tetapi dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pemerintah desa.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T IDBU 44 Undip Milcha Fakhria SPsi MPsi Psikolog, mengatakan bahwa digitalisasi merupakan bagian dari upaya agar program KKN dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa.
“Harapannya, digitalisasi ini tidak berhenti sebagai luaran KKN, tetapi dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh pemerintah desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Bagi Desa Sambilawang, kehadiran website menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola informasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sementara bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk menghubungkan kemampuan akademik dan teknologi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Program digitalisasi ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta mendukung semangat SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Melalui website dan Kalender Desa, KKN-T IDBU 44 Undip tidak hanya menghadirkan sebuah platform digital, tetapi juga meletakkan fondasi bagi pengelolaan informasi desa yang lebih terstruktur, mudah dikembangkan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sambilawang.