LENTERAJATENG, SEMARANG – Bank Jateng mengambil peran aktif dalam mempercepat transformasi ekosistem kreatif Jawa Tengah lewat gelaran Indonesia Social Media Network (ISMN) Meet Up Semarang 2026. Acara yang berlangsung di Up Peak Hotel Semarang, Selasa (13/1/2026) ini, mempertemukan 50 pengelola media komunitas se-Semarang Raya untuk memperkuat sinergi di era digital.
Mengusung tema “Kolaborasi, Literasi Finansial, dan Membangun Kreativitas Media Digital”, forum ini menjadi wadah bagi para pegiat media sosial untuk naik kelas. Keterlibatan Bank Jateng dalam agenda ini menegaskan kepedulian perusahaan terhadap pentingnya kolaborasi antara sektor perbankan dan kreator konten lokal.
Sekretaris Perusahaan Bank Jateng, Djaka Nur Sahid, menegaskan bahwa pengelola media sosial lokal memiliki peran krusial sebagai jembatan informasi bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi digital harus berjalan selaras dengan pemahaman tata kelola keuangan yang matang.
“Kami ingin para kreator konten di Semarang tidak hanya unggul dalam kreativitas, tetapi juga cerdas secara finansial. Bank Jateng hadir untuk memastikan ekosistem digital kita tumbuh di atas fondasi literasi keuangan yang kuat. Harapannya, mereka mampu menyebarkan pesan edukatif yang terpercaya kepada publik,” ungkap Djaka Nur Sahid.
Langkah Bank Jateng dalam mengawal misi ISMN ini disambut baik oleh penyelenggara. CEO Ayo Semarang, Ruddy Sukarno, menjelaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas konten yang beredar di masyarakat.
“ISMN mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi antar pengelola media sosial lokal, sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam menghasilkan konten yang berdampak positif bagi masyarakat,” tegas Ruddy Sukarno.
Selain literasi keuangan, para peserta dibekali wawasan mendalam mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) oleh Asep Saefullah (CEO Ekuatorial.com) serta strategi membangun kepercayaan publik oleh akademisi Sinta Pramucitra.
Kehadiran Bank Jateng dalam inisiatif ini membuktikan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Jawa Tengah, yang tidak hanya fokus pada layanan perbankan tetapi juga pemberdayaan komunitas digital agar lebih sehat, kreatif, dan bertanggung jawab.