LENTERAJATENG, SURAKARTA — Bank Jateng memberi dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, yang melakukan digitalisasi retribusi pasar. Dengan digitalisasi, harapannya pembayaran retribusi pasar dan shelter bisa lebih transparan serta akuntable.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani SS SE MBA menyatakan, pentingnya sinergi antara Pemkot Surakarta dan Bank Jateng mendukung digitalisasi sistem pembayaran retribusi pasar dan shelter. Ia menjelaskan, pembayaran retribusi kini telah dilakukan dengan non tunai dan transparan.
Sistem tersebut dilayani melalui layanan m-banking Bima Mobile Bank Jateng, serta dapat dilakukan melalui berbagai kanal pembayaran digital lainnya, OVO, GoPay, dan platform non tunai lainnya. Dengan sistem ini, akan meningkatkan transparansi, efektivitas pelayanan publik dan mewujudkan Kota Surakarta sebagai kota cerdas.
“Digitalisasi pembayaran retribusi, langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya Surakarta sebagai kota cerdas (Smart City),” kata Astrid.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta Sutanti menyampaikan, pihaknya akan selalu mendukung kegiatan Pemkot Surakarta. Dukungan tersebut, untuk memperkuat sinergitras antara Pemerintah Kota dengan Bank Jateng guna menciptakan Surakarta menjadi Kota Smart City.
Untuk mendorong percepatan transformasi digital sekaligus memperkuat sektor perdagangan, Pemkot Surakarta menggelar Festival Pasar, dari Kamis (5/2/2026) sampai dengan Sabtu (8/8/2026).
Melalui Festival Pasar, Pemerintah Kota Surakarta berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem pasar rakyat yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Serta, mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Arif Handoko SSos MH menegaskan, Festival Pasar tidak hanya menjadi ajang promosi dan pelestarian pasar rakyat. Festival ini juga sebagai momentum, untuk meningkatkan tata kelola pasar agar lebih modern, profesional dan berdaya saing.
“Pasar rakyat dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Festival Pasar ini menjadi salah satu upaya mendorong, transformasi pasar tradisional di Kota Surakarta,” tuturnya.