LENTERAJATENG, KUDUS – Bank Jateng bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyalurkan bantuan sarana usaha dan modal, sebesar Rp 570 juta bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL). Bantuan yang bersumber, dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan apresiasi kepada Bank Jateng, bank milih daerah itu telah berkontribusi aktif dalam Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK). Ia menegaskan, sektor PKL dan UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi lokal di tingkat kecamatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Jateng yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada saudara-saudara kita para PKL. Bantuan modal ini adalah langkah nyata pemerintah, memberdayakan pelaku usaha kecil agar lebih produktif dan kompetitif,” kata Sam’ani saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada PKL di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida, Rabu (31/12/2025).
Pihaknya berpesan, agar para penerima manfaat dapat meningkatkan kualitas dagangannya seiring dengan bantuan yang diterima.
“Kami ingin para pelaku usaha tidak hanya berjualan, tetapi juga mampu memasarkan produknya dengan baik, kemasannya menarik, higienis, dan sesuai standar. Jaga kualitas makanan, gunakan perlengkapan seperti masker dan celemek, serta ikut serta mengelola sampah dengan baik,” tuturnya.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus Risdiyanto menyatakan, penyaluran dana CSR ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung penuh program pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat. Ia berharap, bantuan dapat menjadi stimulus bagi para pelaku usaha kecil untuk naik kelas.
“Bank Jateng berkomitmen, hadir sebagai mitra strategis Pemkab Kudus. Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan para pelaku UMKM dan PKL memiliki sarana yang memadai dan permodalan yang sehat agar usaha mereka dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Risdiyanto.
Penyaluran bantuan ini mencakup pengadaan 80 unit tenda baru, senilai Rp 4 juta per unit yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas serta estetika lapak para pedagang. Selain sarana fisik, bantuan tersebut juga meliputi pemberian tambahan modal usaha yang menyasar 500 PKL untuk memperkuat perputaran arus kas dan mendukung keberlanjutan operasional bisnis mereka.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djati Solechah menambahkan, sinergi ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap ekonomi akar rumput. Dengan dukungan ini, diharapkan para PKL di Kudus dapat semakin bersemangat dalam mengembangkan usahanya dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.