LENTERAJATENG, BATANG – Bank Jateng menyatakan, kesiapannya untuk mensukseskan Program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program 3 Juta Rumah tersebut, diperuntukkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Untuk mensukseskan program tersebut, Bank Jateng menggandeng 40 pengembang perumahan. Tujuannya, agar MBR dapat memiliki hunian layak dengan mudah dan murah.
Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng Eko Tri Prasetyo menegaskan, fokus utama program ini adalah memberikan akses bagi MBR, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Kami mengakselerasikan harapan kalangan MBR untuk memiliki hunian nyaman. Skemanya jelas, masyarakat mendapatkan subsidi KPR, sementara pengembang didukung melalui KUR Developer,” kata Eko dalam acara penandatanganan kerja sama di Pekalongan, Selasa (20/1/2026).
Penjabat Sekda Batang Sri Purwaningsih mengapresiasi, komitmen Bank Jateng dan sinerginya dengan pemerintah daerah karena sangat membantu kesejahteraan ASN golongan P3K, baik penuh maupun paruh waktu.
“Ini sangat membantu kepemilikan rumah bagi masyarakat yang tergolong MBR, dan pastinya mereka tidak boleh kena pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” kata Sri.
Ia menegaskan, sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah mempermudah seluruh proses perizinan pembangunan hunian melalui sistem layanan online.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang Sigit Aji Pamungkas menyampaikan, terima kasih kepercayaan para pengembang dalam mendukung kesuksesan program ini di wilayahnya. Ia optimis, kolaborasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi di Batang.
“Yang pasti dampak positifnya untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang nantinya juga akan kembali kepada pemerintah daerah,” tutur Sigit.
Ia berharap, penandatanganan kerja sama ini menjadi penanda sinergi yang berkelanjutan dalam memperkuat struktur perekonomian lokal.
Melalui sinergi antara Bank Jateng, pemerintah daerah, dan asosiasi pengembang (Himperra, Apersi, Aprenas, REI dan HIPNU), penyediaan hunian layak di Jawa Tengah kini bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.