LENTERAJATENG, SURAKARTA – Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta berperan aktif, mendukung penguatan iklim investasi daerah dengan berpartisipasi pada ajang Solo Investment Forum 2025.
Sebagai bank pembangunan daerah, menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Bank Jateng hadir menawarkan solusi perbankan menyeluruh, mendukung keberhasilan investasi di wilayah ini.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan strategis, memberikan akses permodalan bagi sektor-sektor yang tengah berkembang. Serta pemberian pendampingan bagi UMKM dan sektor ekonomi kreatif, agar para pelaku usaha lokal memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.
Selain itu, Bank Jateng juga menyediakan layanan transaksi modern yang dirancang untuk mempermudah para investor dalam menjalankan operasional bisnis melalui sistem perbankan yang efisien dan terintegrasi.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta Sutanti menegaskan, keterlibatan Bank Jateng dalam forum ini merupakan bukti nyata kehadiran bank dalam mengawal program pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra finansial utama yang memudahkan para investor masuk ke Kota Solo. Melalui solusi perbankan yang menyeluruh, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi investasi, mulai dari sektor pariwisata hingga UMKM, mendapatkan dukungan modal dan layanan transaksi yang terbaik demi kemajuan ekonomi kerakyatan,” katanya di Grand Keraton Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Jumat (12/12/2025).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, Solo Investment Forum 2025 merupakan langkah strategis untuk memajukan Kota Surakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis utama di kawasan Solo Raya.
Menurutnya, forum ini tidak hanya mempertemukan investor lokal dan internasional, tetapi juga menjadi sarana vital untuk memperkenalkan potensi unggulan Solo kepada dunia luar.
Keikutsertaan Bank Jateng dalam forum ini juga menjadi peluang signifikan, memperkuat posisinya sebagai mitra utama dalam pembangunan daerah.
Melalui keterlibatan langsung ini, Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan daya saing daerah di mata investor global.