LENTERAJATENG, GROBOGAN – Pemkab Grobogan meluncurkan sistem E-Retribusi pengelolaan pasar, sebagai langkah mempercepat digitalisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan retribusi pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, sistem e-retribusi merupakan hasil kolaborasi pemerintah kabupaten (pemkab) setempat bersama Bank Jateng dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pasar.
Sistem tersebut langsung diterapkan di tujuh pasar di Grobogan, yakni Pasar Pagi, Pasar Induk Purwodadi, Pasar Agro Hortikultura, Pasar Glendoh, Pasar Danyang, Pasar Tuko, dan Pasar Tegowanu.
“Sistem akan diimplementasikan di tujuh pasar,” kata Pradana Setyawan, saat peluncuran, di Alun-Alun Purwodadi, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, penerapan E-retribusi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan.
Pradana melanjutkan, dengan sistem pembayaran non-tunai maka seluruh transaksi retribusi tercatat secara elektronik sehingga lebih tertib, transparan, memudahkan pengawasan, sekaligus memperkuat pengelolaan pendapatan daerah.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Cahya Imanuddin Firmansyah mengatakan, digitalisasi retribusi pasar di Grobogan dimulai sejak 2023 melalui penerapan E-retribusi di Pasar Nglejok sebagai pilot project.
“Bukti keseriusan Bank Jateng untuk membawa perubahan digitalisasi di Grobogan diawali dari langkah kecil pada 2023. Saat itu Pasar Nglejok menjadi pilot project e-retribusi pasar,” tuturnya.
Firman menjelaskan, kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemkab Grobogan membuat inovasi tersebut berkembang pesat hingga kini diterapkan di tujuh pasar daerah.
“Hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern,” tambahnya.
Ia menegaskan, Bank Jateng bangga menjadi bagian dari transformasi digital di Grobogan sehingga tidak hanya memberikan kemudahan tetapi juga mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Elektronifikasi transaksi daerah tidak hanya memberikan kemudahan bagi pedagang tetapi juga mendukung peningkatan PAD serta memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD),” tutur Firman.
Bank Jateng menurutnya, berharap semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Grobogan dan mendorong pelayanan publik yang semakin modern serta efisien.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan, seluruh pembayaran retribusi pasar ke depan dilakukan secara non-tunai dan tercatat secara elektronik.
Dengan sistem tersebut, setiap transaksi dapat dipantau sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan dan memperkuat pengawasan penerimaan daerah.
Ia meminta seluruh petugas pasar menjadi agen perubahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Setyo Hadi juga mengajak para pedagang mendukung penerapan e-retribusi karena dinilai lebih praktis, aman, transparan, serta memiliki bukti pembayaran yang jelas.
“Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Keberhasilan sistem ini tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan, kepatuhan membayar retribusi, PAD, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” katanya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengapresiasi, Pemkab Grobogan bersama Bank Jateng dalam menerapkan digitalisasi retribusi pasar rakyat.
Menurutnya, penerapan sistem pembayaran elektronik bukan sekadar mengubah transaksi dari tunai menjadi non-tunai, melainkan menjadi wujud komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, akuntabel, dan efisien.
Ia menilai pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, sekaligus penopang perekonomian daerah, sehingga digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital.
Peluncuran sistem E-Retribusi pengelolaan pasar, bersamaan dengan nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026.