LENTERAJATENG, BANJARNEGARA — Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah) mendukung pelestarian budaya sekaligus penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah, dengan turut serta dalam Dieng Culture Festival XVI 2026.
Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Mas Waris menyatakan, kehadiran perbankan dalam kegiatan budaya Dieng Culture Festival XVI 2026, merupakan bagian dari komitmen membangun hubungan baik dengan pemangku kepentingan.
“Sekaligus kehadiran kami, mendukung program pemerintah daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah,” kata Mas Waris yang berkesempatan mengikuti prosesi jamasan dan ritual potong rambut anak bajang berambut gimbal.
Ia berpesan, agar Bank Jateng senantiasa menjaga integritas, memperkuat sinergi dengan stakeholder, serta terus hadir memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banjarnegara.
Pemimpin Bank Jateng Kantor Cabang Banjarnegara Lili Widiyani mengaku, bangga dapat kembali berpartisipasi dalam penyelenggaraan DCF XVI 2026.
“Kami berharap exposure terhadap produk-produk Bank Jateng semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Banjarnegara,” tutur Lili.
Partisipasi Bank Jateng dalam DCF XVI 2026, menjadi wujud dukungan perseroan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, Bank Jateng berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Jawa Tengah.
Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 yang berlangsung 28–30 Agustus 2026, Banjarnegara. Mengusung tema “Spirit of The Harmony”, DCF XVI menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata yang mempertemukan tradisi, kesenian, masyarakat, serta pelaku ekonomi kreatif.
Dieng Culture Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-16 ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan potensi budaya dan ekonomi daerah.
Kementerian Pariwisata yang diwakili Sekretaris Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Titik Lestari mengatakan, keberlangsungan DCF hingga penyelenggaraan ke-16 tidak terlepas dari kekuatan masyarakat setempat yang terus menjaga dan mengembangkan festival tersebut.
“Menjadikan Dieng Culture Festival sebagai wajah pariwisata Indonesia yang autentik dan berdaya saing global. UMKM yang menjajakan jajanan tadi juga sudah laris terjual. Mudah-mudahan masyarakat menikmati dampak dari penyelenggaraan ini,” tutur.
Beragam kegiatan diselenggarakan selama festival, antara lain Aksi Dieng Bersih, Kontes Domba Batur, bazar UMKM, pagelaran seni dan budaya, Jazz Atas Awan, Pesta Lampion, hingga penampilan sejumlah musisi nasional seperti Barasuara, Yura Yunita, Raim Laode, Kunto Aji, dan Parade Hujan.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan, keberhasilan DCF hingga tahun ke-16 tidak terlepas dari kerja keras panitia pelaksana, kelompok sadar wisata (pokdarwis), pemuda, serta kekompakan masyarakat Dieng.
“Dieng Culture Festival XVI menghadirkan harmoni antara alam, budaya dan kesenian modern. Puncaknya tentu adalah tradisi Ruwat Rambut Gimbal, sebuah kearifan lokal bernilai spiritual tinggi yang terus rawat keasliannya. Melalui ritual ini, kita diajarkan tentang pentingnya rasa syukur, keikhlasan dan penghormatan terhadap garis keturunan dan alam sekitar,” tutur Amalia.